Indeks mata uang AS turun ke level terendah pada bulan ini. Ukuran volatilitas untuk dollar terhadap yen berada di dekat rekor terendah sebelum parlemen Jepang membahas tentang persetujuan rencana pertumbuhan ekonomi. Sementara itu dollar Australia melonjak sedangkan mata uang Selandia Baru mencapai level tertinggi dalam enam pekan setelah sebuah laporan menunjukkan menufaktur China hasilnya lebih baik dari yang ekonom perkirakan. Untuk pound, pergerakannya mendekati level tertinggi sejak 2008 terhadap dollar.
“Ada sedikit data ekonomi yang akan mendorong pergerakan dollar AS pada pekan ini jadi sulit untuk melihat adanya katalis untuk menggerakan dollar di luar kisaran saat ini,” kata Joseph Capurso, seorang analis mata uang di Commonwealth Bank of Australia di Sydney. “Suku bunga yang sangat rendah dan kelebihan likuiditas yang sangat besar itu mengharuskan bank sentral besar untuk menempatkan dananya ke sistem keuangan global untuk meredam volatiltas.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar