Harga gula di Bursa ICE Futures US terpantau naik signifikan pada perdagangan Rabu 18 Juni 2014 yang ditutup dini hari tadi. Penguatan harga gula di Bursa ICE US didorong oleh kekeringan yang berpotensi melanda India dan perubahan kebijakan pemerintah Brazil.
Dua faktor fundamental positif cukup kuat berhasil membuat harga gula di Bursa ICE US naik hingga lebih dari 2% pada penutupan dini hari tadi. Faktor-faktor fundamental yang langsung melibatkan dua Negara penghasil gula terbesar global, mengakibatkan harga gula terdorong cukup kuat untuk meningkat.
Faktor fundamental pertama berasal dari perkembangan cuaca di India. Diprediksi, India akan segera mengalami kondisi cuaca yang tidak menguntungkan bagi pertumbuhan tebu India. Cuaca kering yang diperkirakan akan melanda India, berpotensi membuat produksi tebu India turun bahkan diperkirakan dapat mendorong India menjadi net importer gula.
Faktor fundamental kedua yaitu wacana peningkatan penggunaan ethanol oleh pemerintah brazil diperkirakan menjadi determinan terkuat yang membuat harga gula berhasil naik signifikan. Pemerintah Brazil berwacana untuk meningkatkan produksi bahan bakar campuran ethanol dan bensin. Dampak dari adanya wacana tersebut, harga gula terdorong menguat akibat potensi lonjakan demand tebu untuk produksi ethanol yang dapat mengurangi ketersediaan tebu untuk produksi gula.
Pada perdagangan Rabu 18 Juni 2014 di bursa ICE US, harga gula naik signifikan dini hari tadi. Harga gula berjangka ICE US untuk kontrak Juli 2014 naik hingga 2,75% ke tingkat harga $17,53/ton atau menguat $0,47/ton.
Diperkirakan harga gula akan cenderung bergerak kembali menguat pada perdagangan hari ini di Bursa ICE. Hal tersebut dilandasi oleh adanya potensi pengurangan supply dari India dan Brazil selaku dua Negara penghasil gula terbesar di dunia. Terkait pergerakan harga gula pada perdagangan hari ini. Gula ICE US diprediksi akan bergerak di kisaran $17-$18.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar