Waktu kejayaan Google sepertinya belum akan berakhir dalam waktu dekat. Indikasi ini tercermin dari solidnya perolehan laba perusahaan itu di kuartal II 2014. Pada hari Kamis waktu Amerika Serikat (17/07), Google merilis laporan keuangan, di mana angka pendapatannya naik sebesar 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kabar tersebut langsung disambut baik oleh pelaku pasar sehingga harga saham raksasa internet itu meroket 1.6% pasca sesi reguler.
Secara keseluruhan Google mencetak penjualan hampir $16 miliar atau Rp187 triliun, lebih tinggi dibandingkan harapan pelaku pasar. Namun demikian, laba perusahaan hanya sebesar $4.4 miliar atau di bawah estimasi amalis. Investor sndiri tidak mempermasalahkannya karena secara garis besar investasi dan bisnis Google masih sangat menjanjikan.
Pihak direksi mengakui bahwa mereka belum bisa mendobrak patron di pasar mobile ads atau iklan di perangkat ponsel dan tablet. Belum banyak klien mau menanamkan uangnya dalam jumlah besar karena sebagian besar pengiklan belum melihat prospek di balik pemasangan mobile ads. Iklan untuk komputer desktop tetap mendominasi pemasukan laba Google dalam beberapa kuartal terakhir.
Google mengaku pemasukan rata-rata dari pihak pengiklan memang turun 6% dibandingkan kuartal II tahun 2013, akan tetapi jumlah viewing-nya meningkat 25% sehingga pos pendapatan tetap terjaga. Sementara dalam persaingan mesin pencari sendiri, Google menguasai 68% pasar Amerika sampai dengan bulan Mei.
[Harga saham Google (NASDAQ:GOOG) ditutup pada posisi $589.15 pada sesi after-hours (Kamis 17/07) atau naik 1.43% setelah laporan laba rugi diumumkan.]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar