Kenaikan Suku Bunga AS Belum Jelas, Hasil Rapat The Fed Sinyalkan Dovish

http://goo.gl/rcloKcSesuai jadwal yang telah ditetapkan, Bank Sentral Amerika Setikat (The Fed) akan mengakhiri pemberian stimulus pada Oktober tahun ini.  Sejak tahun 2008, The Fed mengeluarkan paket stimulus berupa pembelian surat utang korporasi dan juga pembelian mortgage backed securities setiap bulannya, dan pada tahun 2012 pemberian stimulus dilakukan lebih intens guna memperbaiki perekonomian Amerika Serikat. Pada tahun 2013 The Fed mulai mengurangi stimulus setiap bulannya sebanyak USD 10 milyar. 

Dalam risalah rapat FOMC bulan Juni lalu,   secara umum menyetujui pembelian obligasi bulanan akan berakhir pada bulan Oktober dengan pengurangan terakhir sebesar USD 15 miliar tiap bulannya. Alternatif lainnya adalah tetap membeli aset hanya sebesar USD 5 miliar sampai dengan bulan Desember. Namun demikian forum menganggap cara yang kedua sama saja dengan cara yang pertama dan tidak memiliki pengaruh ekonomi yang signifikan.

Dari pembelian aset berharga oleh The Fed, kini mereka memiliki USD 4,2 triliun yang  sebagian akan jatuh tempo dalam waktu dekat dan sedang mencari cara untuk menginvestasikan kembali uang tersebut tanpa mengganggu pasar keuangan. Strategi The Fed akan sangat rumit karena paket stimulus yang diberikan sudah membanjiri pasar keuangan dengan likuiditas.

Fasilitas reverse repo baru dan bunga atas cadangan yang dimaksud dalam risalah rapat FOMC yang dirilis semalam dimaksudkan untuk memberikan Fed alat baru untuk mempengaruhi tingkat suku bunga  setelah para pembuat kebijakan setuju mereka harus mulai menaikkan kembali suku bunga tersebut.

Fasilitas reverse repo yang baru, yang masih dalam tahap uji coba dirancang untuk mengontrol kas yang dimiliki oleh reksa dana pasar uang dan lembaga hipotek yang tidak bisa menyetor uang ke bank sentral Fed. Kebijakan moneter dengan cara menaikkan atau menurunkan bunga cadangan wajib dapat mendorong atau bank dari memegang uang di The Fed.

Kebijakan The Fed untuk mengakhiri program stimulus dinilai sebagai keputusan yang berani. Data historis menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat masih belum stabil dan pada kuartal 2 tahun 2014 mengalami pertumbuhan ekonomi yang  -2,9% QoQ.


Meskipun pertumbuhan ekonomi yang menurun, namun tingkat pengangguran juga mengalami penurunan. Tercatat untuk bulan Juli 2014 unemployment rate turun menjadi 6,1%. Jumlah pengangguran jangka panjang tercatat menurun sebesar 293.000 jiwa menjadi 3,1 juta jiwa.

Setelah risalah The Fed tersebut diumumkan, dollar AS mengalami pelemahan pada hari ketiga secara berturut-turut karena investor tidak melihat adanya indikasi kenaikan suku bunga. Pada akhir perdagangan di New York, Euro naik menjadi 1,3645 dolar dari 1,3612 dollar dari sesi sebelumnya, poundsterling naik menjadi 1,7156 dari 1,7130 dan dolar Australia menguat ke 0,9419 dari 0,9399.
Kenaikan Suku Bunga AS Belum Jelas, Hasil Rapat The Fed Sinyalkan Dovish Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rahman Aksionline

Tidak ada komentar:

Posting Komentar