Harga minyak WTI di Bursa Nymex pada perdagangan pekan lalu terpantau anjlok signifikan secara agregat sepekan. Pelemahan harga minyak WTI pada pekan lalu dipicu oleh tekanan koreksi kesalahan estimasi dampak Irak dan juga peningkatan ekspor minyak Libia.
Pergerakan harga minyak WTI pada pekan lalu terpantau didominasi dalam trend cenderung bearish. Dampak kesalahan estimasi dari potensi gangguan supply Irak yang ternyata tidak terjadi, masih memicu aksi koreksi besar pada pergerakan harga minyak WTI yang sebelumnya terangkat signifikan akibat dugaan gangguan Supply Irak.
Selain faktor dampak koreksi harga yang masih cukup kuat, pergerakan melemah pada harga minyak WTI pada pekan lalu juga dipicu oleh kekhawatiran akan potensi kesalahan estimasi persediaan minyak mentah AS. Seperti halnya pada kesalahan estimasi pekan sebelumnya, berdasarkan rilis data API, defisit persediaan minyak terpantau over estimasi. Persediaan minyak yang sebelumnya diprediksi akan berkurang sebesar 2,2 juta barrel, ternyata hanya berkurang 876.000 barrel. Dengan rilisnya data tersebut, harga minyak WTI mengalami pelemahan akibat potensi kesalahan serupa pada rilis data EIA.
Namun, walaupun pada perdagangan hari selanjutnya EIA melaporkan tingkat defisit lebih tinggi dibandingkan estimasi, harga minyak WTI tidak dapat terangkat menguat. Hal tersebut terjadi akibat dorongan sentimen negatif kuat dari perkembangan dua pelabuhan ekspor minyak di Libia yaitu Es Sider dan Ras Lanuf. Kedua pelabuhan yang sebelumnya ditahan oleh kelompok pemberontak, berhasil kembali dibuka pasca negosiasi pemerintah dengan pihak pemberontak berjalan positif. Imbas dari dibukanya kedua pelabuhan tersebut, pasar global berekspektasi akan terjadinya lonjakan ekspor Libia hingga 500.000 barrel per hari sehingga harga minyak mentah kian tertekan oleh potensi lonjakan supply.
Pada perdagangan pekan lalu di Bursa Nymex, harga minyak WTI terpantau ditutup melemah secara agregat sepekan. Harga minyak WTI berjangka Nymex untuk kontrak Agustus 2014 turun 1,59% ke tingkat harga $104,06/ barrel atau melemah $1,68/barrel.Sedangkan pada perdagangan minyak mentah jenis Brent di Nymex, minyak Brent juga ditutup melemah secara agregat sepekan pekan lalu. Harga minyak Brent berjangka Nymex untuk kontrak Agustus 2014 turun 1,32% ke tingkat harga $109,93/barrel atau melemah $1,47/barrel.
Analis memprediksi harga minyak WTI masih akan cenderung menguat pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh sentimen negatif dari peningkatan ekspor Libia, berpotensi tertutup oleh ekspektasi peningkatan demand AS pasca rilis data positif AS pekan lalu. Namun, pergerakan signifikan pada harga minyak WTI diduga masih akan sangat dipengaruhi oleh rilis data persediaan minyak AS oleh API dan EIA pada pekan ini. Terkait pergerakan harga minyak pada pekan ini, range normal diprediksi akan berada di kisaran $102-$107 pada WTI dan $108-$112 pada Brent.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar