Minyak mentah rebound dari level terendah dua bulan pada hari Rabu, setelah laporan persediaan minyak menunjukkan penurunan lebih besar dari perkiraan. Minyak sebelumnya merosot ke level terendah dalam dua bulan terakhir akibat meningkatnya pasokan minyak dari Libya dan data ekonomi yang kurang apik mempertajam kekhawatiran pasar global sedang mendekati kejenuhan. Output minyak Libya dilaporkan telah naik menjadi 588.000 barel per hari, naik sekitar 25% dari akhir pekan lalu.
Sementara itu China yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia memberikan optimisme akan peningkatan permintaan minyak setelah memcatat pertumbuhan ekonomi lebih baik dari estimasi. Data menunjukkan produk domestik bruto China naik 7,5% pada periode April – Juni dari tahun sebelumnya, di atas estimasi analis sebesar 7,4%. Sementara produksi industri naik 9,2% di bulan Juni dari tahun sebelumnya, di atas estimasi sebesar 9%, dan 8,8% di bulan Mei
Energy Information Administration melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 7,5 juta barel pada pekan yang berakhir 11 Juli. Para analis yang disurvei oleh Platts memperkirakan penurunan persediaan sebesar 3 juta barel. EIA juga melaporkan persediaan bensin naik 200.000 barel, dan minyak distilasi naik 2,5 juta barel. Analis memperkirakan kenaikan persediaan bensin sebesar 1,2 juta barel, dan minyak distilasi naik 2 juta barel.
Minyak pada perdagangan Rabu ditutup pada level $101,52 per barel, dengan level terendah harian $100,07 dan tertinggi $101,60.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar