Yen tergelincir versus Dollar AS pada hari Kamis di tengah spekulasi bahwa krisis di Ukraina dan Timur Tengah mulai mereda, yang mengikis permintaan untuk aset safe haven. Sebelumnya Greenback sempat berada di bawah tekanan seiring data menunjukkan kenaikan klaim pengangguran AS sehari setelah laporan penjualan ritel yang flat, yang memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga.
Sementara kontraksi 6,8% ekonomi Jepang pada kuartal ke-2 juga telah mendorong sejumlah analis memproyeksikan Dollar AS akan menyentuh ¥109 pada akhir tahun.
"Divergensi outlook AS dan negara industri lainnya tetap akan menjadi faktor utama yang mendukung Greenback," kata Omer Esiner, kepala analis pasar pada Commonwealth Foreign Exchange di Washington.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar