Harga minyak mentah mencetak kenaikan pada hari Senin seiring aksi short-covering oleh trader di tengah ekspektasi penurunan lebih lanjut pada suplai minyak mentah domestik. Minyak Jenis Brent tertekan turun namun masih ditopang oleh sejumlah resiko geopolitik dari pekan lalu, termasuk pemberian izin oleh Presiden Barack Obama untuk serangan udara pertama As menuju Irak setelah menarik semua pasukan di tahun 2011 lalu.
“Pasar mencoba mengantisipasi kembalinya sejumlah resiko geopolitik," ucap Gene McGillian, analis pada Tradition Energy di Stamford. "Kami memperkirakan adanya penurunan pada suplai minyak WTI AS atau jika tidak tingkat permintaan ekspor untuk produk hasil distilasi, maka pasar akan melemah."
Dari berita internasional, Presiden Irak meminta nominasi dari koalisi Syiah sebagai Perdana Menteri untuk membentuk pemerintahan, menggantikan Nuri al-Maliki yang telah dilantik selama 3 masa jabatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar