Kospi Sambut Baik Meredanya Resiko Geo-Politik

Kospi menguat setelah meredanya resiko geo-politik membuat investor lebih yakin dengan outlook perekonomian global. Pasca pertemuan Rusia-Ukraina di Berlin, Rusia utarakan perselisihan atas bantuan kemanusiaan ke wilayah Ukraina timur telah diselesaikan. 

Di lain pihak, Ukraina menyatatakan adanya perkembangan yang positif dari pertemuan Berlin. Sementara itu, Israel dan Palestina setuju untuk memperpanjang gencatan senjata untuk 24 jam seiring kedua belah pihak merasa masih butuhkan waktu untuk wujudkan kesepakatan yang dapat akhiri perang Gaza

Dengan bantuan serangan udara AS, pasukan Kurdi Irak menyatakan telah menguasai bendungan Mosul dari  militan ISIS. Kospi futures menguat 0,7% dan kini diperdagangkan di level 267.05  Dari sisi domestik, Korea Selatan pagi ini merilis data indeks harga produsen (PPI) yang masih tunjukan rendahnya tekanan inflasi di negeri Ginseng tersebut. PPI tahunan hanya mencatatkan kenaikan 0,2% untuk bulan Juli. 

http://goo.gl/SYGb0M
Meski data PPI lebih tinggi dari publikasi Juni sebesar 0,1% namun kenaikan 0,2% masih cukup rendah dan akan menegaskan outlook kebijakan moneter Korea Selatan yang cukup longgar. Bank of Korea (BoK) minggu lalu telah menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 2,25%. Ini merupakan pemangkasan pertama kalinya sejak Mei 2013. 

Dengan tekanan inflasi yang masih rendah maka BoK mungkin akan tetap menjalankan kebijakan moneter longgar demi menggairahkan aktivitas perekonomian Korea Selatan.
Kospi Sambut Baik Meredanya Resiko Geo-Politik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rahman Aksionline

Tidak ada komentar:

Posting Komentar