Sterling anjlok pada hari Rabu pasca Bank of England memproyeksikan pertumbuhan upah yang lebih rendah untuk beberapa bulan mendatang, memaksa pasar memperlambat ekspektasi waktu kenaikan suku bunga menjadi Februari tahun depan dari sebelumnya Desember tahun ini.
Dalam laporan inflasinya, BoE memangkas proyeksi pertumbuhan upah menjadi 1,25% sembari menambahkan jika peningkatan earnings akan membantu menentukan waktu dan kecepatan kenaikan suku bunga. Kendati juga sedikit menurunkan proyeksi inflasi, BoE tetap optimis dengan prospek pertumbuhan ekonomi.
"Laporan inflasi BoE cukup dovish. Ditambah data ekonomi Inggris sebulan terakhir yang kurang mengesankan, membuat investor mengurangi posisi bullish pada Sterling," kata Alvin Tan, analis mata uang Societe Generale. "Namun pasar nampaknya masih tetap lebih menyukai Sterling dibandingkan Euro."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar