Minim Sentimen Pendukung, Pasar Domestik Melambat

Pada perdagangan Senin (18/8) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore, melemah sebesar 10 poin menjadi Rp 11.687 dibandingkan sebelumnya Rp 11.677 per dolar AS.  Terbatasnya data ekonomi baru di dalam negeri membuat pergerakan mata uang rupiah mendatar dengan kecenderungan melemah.  Sementara laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir datar dan hanya naik tipis 7 poin.

Belum ada data baru yang dapat menggerakan mata uang rupiah ke area positif di pasar valas domestik.  Di sisi lain,  sentimen dari hasil gugatan pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) di Mahkamah Kostitusi (MK) juga masih dinanti pelaku pasar uang di dalam negeri.  Arah hasil Pilpres 2014 sudah mulai terlihat. Namun, masih harus menunggu kepastian sehingga pelaku pasar masih wait and see.

Konflik di perbatasan Ukraina dengan Rusia yang kembali terjadi kembali membayangi aset mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.  Meski tidak signifikan, cukup memengaruhi bagi pasar emerging market. Gejolak di Ukraina mungkin masih akan membayangi pergerakan pasar pekan ini.  Sementara itu, pada kurs tengah Bank Indonesia, tercatat  rupiah bergerak menguat menjadi Rp 11.681 dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp 11.693 per dolar AS.
Dari bursa saham, aksi beli selektif investor terjadi di tengah perdagangan yang sepi.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 5,434 poin (0,11%) ke level 5.154,396 membuka perdagangan awal pekan di zona hijau. Namun penguatan IHSG masih dalam rentang yang tidak terlalu lebar dan cenderung datar.
http://goo.gl/SYGb0M

Indeks sempat menanjak hingga ke posisi tertingginya di 5.165,580. Indeks menghabiskan banyak waktu di zona hijau seharian ini.  Menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat tipis 7,837 poin (0,15%) ke level 5.156,799. Indeks bertahan di zona hijau berkat aksi beli selektif di saham-saham lapis dua. Minim sentimen positif membuat IHSG sulit melaju kencang.
Tecatat aksi beli selektif terjadi saham-saham lapis dua yang harganya belum terlalu tinggi. Aksi ini mampu menahan Indeks bertahan di teritori positif.  Pada akhi perdagangan awal pekan, Senin (18/8/2014), IHSG ditutup bertambah 7,789 poin (0,15%) ke level 5.156,751. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 1,485 poin (0,17%) ke level 881,383.

Selain itu, saham konsumer, agrikultur, dan infrastruktur jadi sasaran aksi jual. Saham-saham di sektor tambang yang naik cukup tinggi.  Perdagangan siang hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 181.704 kali dengan volume 4,511 miliar lembar saham senilai Rp 4,563 triliun. Sebanyak 155 saham naik, 146 turun, dan 83 saham stagnan.
Minim Sentimen Pendukung, Pasar Domestik Melambat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rahman Aksionline

Tidak ada komentar:

Posting Komentar