Sanksi Uni Eropa terhadap Rusia beresiko mengikis pemulihan ekonomi zona euro dan mempercepat pelemahan pada mata uang, ucap salah satu strategis mata uang asing. Memburuknya hubungan dagang dengan Rusia membuat ekonom Barclays Plc untuk memangkas proyeksi mereka terhadap GDP zona euro, sementara Royal Bank of Scotland Group Plc kembali menegaskan perkiraannya bahwa euro akan melemah seiring sanksi tersebut berjalan. Jerman akan mendapat kesulitan mengingat hubungan eratnya dengan perekonomian Rusia, menurut institute Sentix.
“Zona euro akan berada di bawah tekanan untuk waktu yang lama,” ucap Marvin Barth, kepala strategis mata uang Asing Eropa pada Barclays di London.“ Sanksi terhadap Rusia menguatkan outlook tersebut dan mungkin akan mempercepat waktu terjadinya.
Berlanjutnya dukungan dari Rusia untuk pihak separatis di wilayah timur Ukraina mendorong Uni Eropa untuk memberlankukan larangaan operasional terhadap seumlah bank dan perusahaan energi. Hal tersebut berarti rusia memiliki bisnis yang berkurang dengan zona euro, mengancam dapat memperlambat pemulihan ekonomi blok euro, yang mana sudah ditopang oleh European Central Bank melalui tingkat suku bunga di level rendah dan kebijakan stimulus. RBS mempertahankan proyeksinya untuk pelemahan euro di tengah “dampak buruk perekonomian yang relatif lebih besar dari sanksi terhadap Rusia,” menurut Greg Gibbs, strategis mata uang asing pada RBS di Singapura.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar