"Hal ini hanya menguatkan pandangan bullish dollar kami seiring pulihnya perekonomian AS, dan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih awal," menurut analis pada JPMorgan. Mereka menambahkan bahwa sinyal buruk pada kawasan lain termasuk laju inflasi zona euro yang lambat dan resiko pelonggaran moneter tambahan oleh European Central Bank (ECB) turut menguatkan outlook bullish mereka terhadap dollar.
Di sisi lain, euro berhasil mencapai level tinggi dalam 7 pekan terhadap yen, mencetak kenaikan harian terbesar dalam lebih dari 5 bulan seiring anjloknya mata uang Jepang. Aksi jual pada yen diakibatkan isu pada pasar mengenai perubahan portofolio pada dana pensiun publik Jepang. Mengingat keputusannya akan diumumkan dalam hitungan minggu, perubahan alokasi aset diperkirakan akan mengalirkan dana menuju aset beresiko termasuk bursa saham dan obligasi asing. Namun pergerakan bullish euro nampaknyaakan terbatas menjelang pertemuan ECB, dengan pasar yang terbagi mengenai outlook stimulus.
Menjelang pertemuan ECB, GDP kuartal kedua Australia, pidato oleh kepala bank sentral Australia, survey sektor jasa China dan review kebijakan Bank of Canada (BOC) akan menjadi fokus pasar. Lemahnya pertumbuhan investasi bisnis dan ekspor, dan juga kecemasan mengenai resiko inflasi rendah diperkirakan akan membuat BOC menahan diri hingga semester kedua tahun depan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar