Indeks RSI 14 hari emas turun pada pekan ini menuju level 30 yang mana itu menunjukkan kepada beberapa trader yang mempelajari teknikal bahwa harga mungkin akan bersiap untuk rebound. Dollar hanya sedikit berubah di bawah level tertinggi dalam tujuh bulan yang di capai kemarin terhadap 10 mata uang sebelum di rilisnya data besok yang mungkin akan menunjukkan perusahaan-perusahaan di AS meningkatkan jumlah payroll di bulan Agustus lebih dari 200,000 untuk bulan ketujuh beruntun.
Emas naik sebesar 5.9% pada tahun ini seiring trader menilai pada ketegangan geopolitik terhadap outlook untuk suku bunga AS yang tinggi. Presiden Rusia Vladimir Putin dan rekannya Petro Poroshenko kemarin sepakat untuk mengambil tindakan untuk akhiri pertempuran di Ukraina yang sudah berlangsung selama lebih dari lima bulan. Para diplomat Uni Eropa membahas untuk sanksi lebih, yang kemungkinan akan di umumkan pada akhir pekan ini, untuk menghukum Putin yang membantu para pemberontak, namun Moskow membantah tuduhan tersebut."Permintaan fisik di wilayah timur tidak membantu harga emas," kata James Steel, seorang analis di HSBC Securities (USA) Inc. Peristiwa geopolitik "mungkin telah berikan pengaruh yang besar terhadap emas dalam jangka pendek. Namun, harga emas kemungkinan masih berada di bawah tekanan, terutama jika dollar menguat."
Emas pada sore hari ini menguat sebesar 0.1% menjadi $1,271/onz pada pukul 16.22 wib. Emas kemarin mencapai $1,261.35, itu adalah level terlemah sejak 17 Juni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar