Saham Boeing terpuruk setelah serangkain analis menurunkan peringkat terhadap produsen pesawat terbang terkemuka di dunia tersebut. Buckingham Research Group bahkan memangkas outlook Boeing menjadi "underperform." In merupakan peringkat underperform pertama Boeing sejak 2009 silam ketika perusahaan menunda peluncuran pesawat Dreamliner 787.
Broker-dealer yang bermarkas di New York tersebut menurunkan target harga saham Boeing menjadi $101, jauh di bawah harga saham Boeing saat ini yang berada di kisaran $125. Buckingham Research cemas Boeing tidak akan sanggup mencapai target pemangkasan biaya produksi untuk Dreamliner 787.
Buckingham utarakan ada selisih puluhan juta dollar antara biaya produksi dengan harga jual Dreamliner 787. Buckingham juga menyatakan biaya produksi Dreamliner baru akan dapat ditutupi jika produksi pesawat jumbo tersebut mencapai 1300 unit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar