Euro terperosok hingga mendekati level terendah 4-bulan versus Dollar AS dan menyentuh level terendah 1½-tahun versus Sterling pada hari Rabu, seiring berlanjutnya pelebaran selisih yield antara obligasi zona Euro dan rival-rival utamanya.
Keputusan European Central Bank untuk memangkas suku bunga pada pekan lalu, termasuk memberlakukan suku bunga deposito negatif, telah menekan suku bunga pasar uang zona Euro dan mengikis daya tarik yield Euro.
Sehingga mendorong sejumlah investor untuk menggunakannya sebagai mata uang pendanaan. "Beberapa cross Euro terlihat telah menyentuh posisi terendah, dan di antara mata uang G3 kami melihat Euro mulai digunakan sebagai funding currency," kata Jeremy Stretch, kepala strategi mata uang pada CIBC World Markets.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar