Bank sentral yang berbasis di Zurich tersebut menetapkan batas 1.20 per euro pada franc 3 tahun lalu untuk mencegah deflasi dan resesi. Batas tersebut masih krusial, ucap Jordan, seiring apresiasi franc dapat meningkatkan resiko pertumbuhan harga yang negatif. Ditambah dengan konflik di Ukraina dan Timur Tengah, retorika oleh Presiden European Central Bank Mario Draghi menandakan bahwa ia mungkin akan meluncurkan quantitative easing untuk menjauhkan franc dari dekat level tinggi 21 bulan yang dicapai pekan lalu.
“Situasi perekonomian di Swiss telah memburuk," ucapnya. "Resiko geopolitik yang baru telah muncul dan data ekonomi internasional terutama di Eropa dan Amerika Selatan lebih buruk dari ekspektasi.” Jordan kembali menegaskan bahwa SNB belum mengintervensi untuk mempertahankan batas tersebut dalam 2 tahun. Dalam respon terhadap pertanyaan apakah SNB mungkin akan mengubah batas tersebut-- contohnya menjadi 1.25 per euro -- ia kembali mengulang komentarnya bahwa SNB tidak sedang "menyesuaikan nilai tukar.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar