Hang Seng terpuruk setelah data inflasi Cina membuat investor khawatir dengan outlook perekonomian terbesar No.2 di dunia tersebut. Inflasi (indeks harga konsumen) Cina mencatatkan kenaikan tahunan sebesar 2,5% di Mei; lebih tinggi dari prediksi kenaikan 2,4% dan publikasi sebelumnya yang meningkat 1,8%.
Sementara itu, indeks harga produsen (PPI) Cina mencatatkan penurunan tahunan sebesar 1,4% di Mei; ini merupakan penurunan PPI untuk 27 bulan berurutan. Hang Seng futures kini diperdagangkan 22960; menjauhi level tinggi harian 23124 Bank sentral Cina (PBOC) kemarin menurunkan giro wajib minimum (RRR) sebesar 0,5% untuk sebagian perbankan sebagai upaya bank sentral untuk mendukung perusahaan berskala kecil dan sektor pertanian.
Namun, dengan meningkatnya inflasi maka ini dapat mengurangi harapan akan adanya pemangkasan GWM lebih lanjut ataupun penurunan suku bunga PBOC. Kenaikan inflasi juga dapat mengurangi daya beli konsumen sehingga dapat turut menggerogoti laju pertumbuhan ekonomi Cina. Di lain pihak, berlanjutnya penurunan PPI membuat investor khawatir dengan marjin perusahaan Cina.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar