Pada hari ini telah dirilis sebuah data penting dari Tiongkok (10/6). Tingkat inflasi bulan Mei di Tiongkok berada di level tertinggi dalam empat bulan belakangan. Kenaikan harga bahan pangan menjadi faktor yang mendorong kenaikan inflasi tersebut. Kenaikan harga pangan mencapai 4.1 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara untuk kenaikan harga barang non pangan hanya sebesar 1.7 persen.
Inflasi bulan Mei di negara tersebut berada di level 2.5 persen (y/y), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi yang terjadi di bulan April lalu yang berada di level 1.8 persen. Estimasi inflasi konsumen di bulan Mei adalah sebesar 2.4 persen.
Sementara itu untuk harga di tingkat produsen mengalami deflasi sebesar 1.4 persen. Deflasi ini melambat dibandingkan dengan deflasi yang terjadi di bulan April yang sebesar 2.0 persen.
Tingkat inflasi bulan Mei lalu masih berada di bawah target pemerintah yang ada di level 3.5 persen. Kondisi ini masih meninggalkan ruang bagi pemerintah dan bank sentral Tiongkok untuk menjalankan kebijakan moneter longgar. Kebijakan moneter longgar dipilih sebab ekonomi Tiongkok tahun ini diperkirakan akan melambat hingga ke level paling rendah sejak tahun 1990.
Ekonomi Tiongkok diperkirakan hanya akan mengalami pertumbuhan sebesar 7.3 persen tahun ini. Jika benar tercpai, pertumbuhan ini akan melambat signifikan dibandingkan pertumbuhan tahun 2013 yang berada di angka 7.7 persen.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar