Kospi melemah setelah perkembangan situasi terakhir di Irak dan Ukraina membuat investor cemas dengan resiko geo-politik dunia. Pemberontak kini menguasai kota Tal Afar sebagai upaya lebih lanjut untuk mengambil alih Irak dari pemerintahan Perdana Menteri Nuri al-Maliki.
Ukraina belum mencapai kesepakatan harga gas dengan Rusia menjelang dateline pembayaran utang. Ukraina masih terus bernegosiasi dengan Rusia demi menghindari diputusnya aliran gas Rusia ke Ukraina.
Namun, jika kesepakatan tidak tercapai maka bukan hanya Ukraina yang tidak mendapatkan gas Rusia namun sebagian Eropa juga akan merasakan hal yang sama. Meski demikian, penurunan indeks sedikit tertahan oleh pelemahan Won Korea Selatan terhadap Dollar AS. Won kini diperdagangkan 1018.60; coba menjauhi level terkuat 5 tahun 1015.30 yang diraih pekan lalu. Melemahnya won dalam beberapa hari terakhir dapat meredakan kecemasan investor terhadap daya saing eksportir Korea Selatan di pasar internasional. Kospi futures turun 0,06% dan kini diperdagangkan di level 259.30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar