Sepanjang sesi harga minyak mentah AS dan Brent tertekan dalam trend turun selama 2 pekan, seiring meredanya ketegangan geopolitik di Irak dan Libia memangkas premi resiko dari pekan sebelumnya. Meski demikian, aksi bargain hunting trader membantu harga minyak untuk pulih, meski outlook fundamental masih belum berubah.

"Rally pada pekan lalu semuanya adalah antisipasi akan adanya gangguan suplai,” ucap Gene McGillian, analis apda Tradition Energy di Stamford, Connecticut. "Masih terus ada sejumlah aksi likuidasi akibat meredanya resiko geopolitik, namun pasar mulai stabil saat ini."
Kecemasan mengenai gangguan suplai dari Irak telah mereda, seiring pertikaian antara militan Sunni dan pasukan pemerintah tidak mencapai terminal minyak di wilayah selatan. Sementara itu, output minyak Libia telah naik menjadi 350,000 barel perhari akibat kenaikan tingkat produksi dari ladang minyak El Sharara, seiring berakhirnya aksi protes pada awal bulan ini.
Tingkat permintaan bahan bakar di Amerika Serikat cukup mengecewakan kendati adanya pemulihan yang bertahap pada negara perekonomian terbesar di dunia tersebut, menurut data pemerintah. Tingkat permintaan bensin dalam 4 pekan terakhir berada pada 9.04 juta barel per hari, turuns ekitar 0.4% dari setahun lalu, menurut data dari Energy Information Administration pada hari Rabu lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar