Laporan tersebut mengkritik fungsi "Frequent Locations" di iPhone yang memungkinan pelacakan posisi pengguna dan informasi terkait. "Ini data yang sangat sensitif. Jika data tersebut diakses maka dapat menunjukan situasi ekonomi negara dan bahkan rahasia negara," ujar periset yang diwawancarai oleh CCTV.Sebagai respons, Apple mengatakan berkomitmen melindungi kerahasiaan pengguna dan tidak ada informasi unik tertentu terkait pengguna yang ditransmisikan ketiga menggunakan fungsi lokasi.
"Kami menghargai upaya CCTV untuk mengedukasi konsumen atas topik yang penting. Kami ingin semua konsumen kami di Cina jelas apa yang kami lakukan dan tidak kami lakukan terkait kerahasiaan dan data pribadi pengguna," tulis pernyataan produsen smartphone terkemuka di dunia tersebut."
"Apple
tidak pernah melacak lokasi pengguna. Apple tidak pernah melakukan hal tersebut dan tidak berencana untuk melakukannya."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar