Mengawali pasar Singapura pekan ini (14/7), Kementrian Industri dan Perdagangan Singapura mengumumkan data pertumbuhan GDP mereka untuk kuartal ke-2 yang menunjukan pertumbuhan namun melambat dari kuartal sebelumnya. Hal ini juga disebabkan oleh perlambatan kegiatan ekonomi sektor infrastruktur swasta.
GDP Singapura pada kuartal kedua dilaporkan meningkat sebesar 2.1% , dan terjadi perlambatan jika dibandingkan dengan kuartal ke-1 dimana pertumbuhan GDP secara YoY sebesar 4.7%. Pertumbuhan GDP dari kuartal 1 ke kuartal 2 justru menurun sebesar -0.8 % hal ini menjadi pemicu menurunnya GDP secara YoY.
Dari data tersebut menunjukan juga bahwa pertumbuhan yang paling melambat adalah pertumbuhan industri manufaktur yang hanya tumbuh 0.2% secara YoY dan secara QoQ justru berkurang sebesar -19.4%. Hal ini juga disebabkan oleh output sektor elektronik yang menurun dan juga sektor transportasi.
Lalu untuk sektor konstruksi pada kuartal ke-2 tumbuh 5% YoY ,juga menurun jika dibandingkan dengan kuartal ke-1 nya yaitu 6.4%, akan tetapi hal ini lebih baik dibandingkan dengan kuartal lau,jika dilihat secara QoQ karena pada kuartal ke-1 pertumbuhan berkurang sebesar -0.5% lalu pada kuartal ke-2 meningkat menjadi 2.6%. Secara YoY pertumbuhan menurun disebabkan oleh melambannya aktifitas konstruksi dari sektor privat.
Sedangkan untuk sektor jasa ,tumbuh sebesar 2.8% YoY atau 5.2% QoQ, Hal ini menunjukan pertumbuhan akan tetapi lebih lambat jika dibandingkan dengan kuartal ke-1 yaitu sebesar 3.9% YoY. Hal ini disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan sektor perdagangan retail & grosir dan sektor transportasi & pergudangan
Saat pengumuman ini dirilis, Index STI atau straight Time Index Singapore saat ini di level turun -0.01% atau 0.32 point. Dan juga untuk pair mata uang saat ini melemah dari sejak dibukanya pasar dari SG$ 1.23596/USD menjadi SG$ 1.24130/USD.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar