Harga kopi Arabika di Bursa ICE US terpantau kembali ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan pekan lalu. Pelemahan harga kopi di Bursa ICE US dipicu olehmasih belum adanya kejelasan terkait dampak kerusakan kekeringan Brasil terhadap panen kopi Brasil.
Posisi dampak kekeringan Brasil yang masih sulit untuk diestimasi sejak Mei lalu, masih terus berdampak pada anjloknya harga kopi Arabika di Bursa ICE US. Masih sulitnya kerusakan kopi Brasil akibat kekeringan untuk diestimasi, membuat para investor cenderung keluar dari perdagangan akibat posisi wait and see yang terlalu panjang dengan melakukan likuidasi investasi. Sebelumnya, harga kopi telah melambung tinggi hingga pertengahan April akibat dorongan faktor psikologis dari kekeringan panjang yang melanda Brasil.Pada perdagangan pekan lalu di Bursa ICE US, harga kopi Arabika ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Harga kopi Arabika berjangka ICE US untuk kontrak September 2014 turun hingga 6,05% ke tingkat harga $161,4/ton atau melemah $10,4/ton.
Sedangkan dari Bursa LIFFE, harga kopi Robusta juga ditutup melemah secara agregat sepekan. Harga kopi Robusta berjangka LIFFE untuk kontrak September 2014 turun 2,87% ke tingkat harga $1997/ton atau melemah $59/ton.
Dan para analis memprediksi harga kopi akan cenderung masih berada dalam trend bearish pada pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh masih belum adanya dorongan sentimen negatif kuat yang dapat kembali menggairahkan perdagangan kopi di Bursa. Terkait pergerakan harga, range normal pekan ini diprediksi akan berada di kisaran $150-$180,5 pada Arabika dan $1908-$2122 pada Robusta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar