Harga rumah di Zona Euro turun dua kuartal beruntun, kembali menunjukkan lemahnya pemulihan ekonomi blok 18 negara tersebut. Eurostat melaporkan harga rumah pada periode Januari – Maret turun 0,3% dari kurtal terakhir 2013. Penurunan harga rumah terjadi di beberapa negara dengan ekonomi terbesar, di Perancis turun 1,0%, Italia 0,6% , dan Spanyol 0,3%.
Namun biro statistik tersebut tidak melaporkan harga rumah di Jerman yang merupakana ekonomi terbesar di kawasan tersebut. Penurunan harga rumah harga rumah tersebut mensinyalkan rapuhnya ekonomi, kenaikan harga rumah dapat menopang kepercayaan konsumen, membuat pemilik rumah merasa lebih kaya dan memunculkan niat belanja. Lemahnya belanja konsumen merupakan salah satu penghambat pemulihan ekonomi di Zona Euro.
Turunnya harga rumah juga memberikan sinyal lemahnya inflasi. Laju inflasi Zona Euro hanya 0,5% di bulan Juni, jauh dibawah target European Central Bank sebesar 2,0%. Untuk mengatasi rendahnya inflasi ECB telah memangkas suku bunga pinjaman menjadi 0,15%, memberlakukan suku bunga deposito -0,10%, serta beberapa program yang didesain untuk meningkatkan pemberian pinjaman bank umum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar