Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore kembali bergerak di area negatif dan melemah 17 poin menjadi Rp 11.696 dibandingkan sebelumnya Rp 11.679 per dolar AS, menyusul data perumahan Amerika Serikat (AS) yang mengalami pertumbuhan. Sementara laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 24 poin didorong penguatan saham-saham unggulan. Dana asing kembali mengalir masuk lantai bursa jelang pengumuman Mahkamah Konstitusi (MK) soal Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014.
Tercatat performa dolar AS kembali menggerus kinerja rupiah. Dolar AS menguat setelah data AS tadi malam yang menunjukan pertumbuhan perumahan, kondisi itu menegaskan bahwa perekonomian AS cenderung membaik. Di sisi lain, investor di pasar negara berkembang juga terlihat berhati-hati untuk masuk ke pasar keuangan menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
Di sisi lain, hasil pertemuan FOMC dinanti pasar karena dapat memberikan petunjuk lebih lanjut atas outlook kebijakan moneter AS terkait suku bunga Fed. Sentimen eksternal, investor juga masih waspada menanti hasil Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa pemilu presiden (pilpres) Indonesia. Seiring pelemahan di transaksi antarbank, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 11.707 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 11.682 per dolar AS.
Dari bursa saham, IHSG naik tipis 2,427 poin (0,05%) ke level 5.167,595 melanjutkan penguatan kemarin. Aksi beli masih ada meski indeks sudah masuk area jenuh beli. Perdagangan indeks sempat menanjak cukup tinggi. Namun penguatan ini sedikit melambat lantaran aksi jual di saham konstruksi dan perkebunan.
Menutup perdagangan Sesi I, IHSG bertambah 9,214 poin (0,18%) ke level 5.174,382. Perlahan tapi pasti IHSG makin dekati level 5.200. Pada akhir perdagangan, Rabu (20/8), IHSG ditutup melaju 24,999 poin (0,48%) ke level 5.190,167. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,797 poin (0,66%) ke level 886,504.
Tercatat aksi borong saham di menit-menit terakhir langsung mendorong indeks ke titik tertingginya hari ini. Delapan sektor berhasil mencuat berkat aksi beli, dipimpin sektor konsumer. Dana asing kembali masuk lantai bursa setelah kemarin sempat keluar. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 514,6 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 209.468 kali dengan volume 6,785 miliar lembar saham senilai Rp 5,702 triliun. Sebanyak 168 saham naik, 123 turun, dan 90 saham stagnan. Bursa Asia rata-rata menutup perdagangan di teritori positif sore hari ini. Kepercayaan diri investor regional mulai pulih setelah konflik geopolitik beberapa negara mulai mereda.
Sedangkan situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 naik tipis 4,66 poin (0,03%) ke level 15.454,45, Indeks Hang Seng menguat 36,81 poin (0,15%) ke level 25,159.76, Indeks Komposit Shanghai melemah 5,12 poin (0,23%) ke level 2.240,21, dan Indeks Straits Times bertambah 7,31 (0,22%) ke level 3.323,74.
Info diatas akan lebih bermanfaat jika Anda sekaligus mempraktekan dengan mencoba demo account disini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar