Minyak West Texas Intermediate turun untuk hari kedua setelah laporan industri menunjukkan suplai minyak mentah dan bensin berekspansi di AS, yang merupakan pengguna minyak terbesar di dunia.
Minyak berjangka tergelincir sebanyak 0.2% di New York. Cadangan minyak mentah naik sebesar 229,000 barel dan cadangan bensin naik pada pekan lalu, kata American Petroleum Institute dalam sebuah laporan. Data pemerintah pada hari ini di perkirakan akan menunjukkan penurunan suplai, menurut survei Bloomberg.
"Situasi suplai cukup baik," kata David Lennox, seorang analis sumber daya alam di Fat Prophets di Sydney. "Output dari AS terlihat cukup untuk mengatasi setiap pertumbuhan di pasar mereka dan seluruh dunia juga cukup di layani oleh OPEC."
Minyak WTI untuk bulan September turun sebanyak 27 sen menjadi $97.26 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan saat ini bergerak di kisaran $97.14 pada pukul 09.26 wib. Kontrak turun sebanyak 0.7% menjadi $97.37 kemarin, itu adalah level terendah sejak 7 Agustus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar