Pada perdagangan Rabu (20/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5148-5156 dan resisten 5173-5188. Spinning di bawah upper bollinger band (UBB ). MACD masih bergerak terbatas dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R juga bergerak flat. IHSG hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 5127 – 5190. Untuk beberapa saham yang dapat direkomendasikan, antara lain: AALI, WSKT, ITMG, BBNI, PGAS, ASII, WIKA, dan BBTN.
Laju IHSG di sempat berada di bawah target resisten (5162-5172) dan dapat melampauinya meski berakhir kembali ke dalam target tersebut. Pelaku pasar tampaknya masih wait and see serta tidak terlalu agresif masuk pasar. Laju IHSG pun diperkirakan masih akan melanjutkan pergerakan variatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
IHSG pada perdagangan Selasa (19/8) ditutup menguat 0,16% pada level 5165. Sektor perkebunan menyumbangkan penguatan terbesar. Investor asing melakukan net sell Rp448,7 miliar, termasuk transaksi di pasar negosiasi. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh optimisme bahwa The Fed akan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang lebih lama.
Positifnya laju bursa saham AS dan Eropa yang berimbas pada laju bursa saham Asia seiring penilaian berkurangnya potensi ketegangan di wilayah perbatasan Rusia dan Ukraina, juga turut berimbas positif pada IHSG yang mampu melanjutkan penguatannya meski relatif terbatas. Masih beradanya IHSG di dekat area overbought, muai tercatatnya nett sell-nya asing, dan pelemahan terbatas Rupiah membuat peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan signifikan menjadi berkurang sehingga kenaikan yang terjadi tidaklah sebesar sebelumnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5178,33 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5160,15 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 5165,17. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net sell.
Selain itu penguatan indeks juga dipicu oleh saham peritel yang memproyeksikan kinerja lebih baik dari estimasi pasar, laju inflasi yang masih relatif kecil serta data starts yang meningkat. Data inflasi bulan Juli menunjukkan pertumbuhan yang paling kecil dalam lima bulan terakhir, yaitu sebesar 0,1% dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,3%. housing starts tumbuh pada level tertinggi selama delapan bulan terakhir, yaitu sebesar 1093 ribu dari bulan sebelumnya 945 ribu dan lebih baik dari estimasi 964 ribu.building permits bulan Juli juga mengalami kenaikan menjadi 1052 ribu dari 973 ribu, dan lebih baik dari estimasi 1001 ribu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar