Mata uang Jepang menuju penurunan mingguan keempat seiring tingkat permintaan greenback meningkat pasca data menunjukkan industri jasa di AS berekspansi dengan laju paling cepat dalam 9 bulan di bulan Agustus. BOJ mempertahankan stimulusnya kemarin. Euro anjlok ke level terendah dalam 15 bulan seteleh ECB di luar dugaan memangkas tingkat suku bunga pembiayaan kembali ke rekor rendah 0.05% dan memperkenalkan stimulus tambahan.“Divergen kebijakan semakin jelas,” ucap Yujiro Goto, strategis mata uang pada Nomura Holdings Inc., di London, broker terbesar Jepang. “Trend penguatan dollar terhadap euro dan yen akan berlanjut.” Tingkat permintaan untuk yen juga berkurang setelah Perdana Menterei Shinzo Abe pekan ini menunjuk Yasuhisa Shiozaki untuk mengepalai kementerian yang bertugas merombak data pensiun dengan mandat untuk mengubah alokasi aset dan membeli aset ber-yield lebih tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar