Dalam beberapa pekan terakhir, penerbitan surat hutang syariah (sukuk) selalu berhasil menarik animo investor. Penawaran sukuk senilai $1.5 miliar adalah event yang baik bagi pemodal yang sedang mencari return tinggi di tengah iklim suku bunga rendah di Amerika Serikat. Tidak heran jika langkah serupa yang akan dilakukan oleh Pelindo III diyakini mendapat respon yang sama.
Fitch Ratings memberikan peringkat BBB- untuk instrumen hutang jangka panjang (long-term foreign currency issuer default) PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III). Badan pemeringkat internasional itu juga memberikan rating BBB- untuk obligasi berbasis Dollar yang akan diterbitkan oleh Pelindo III.
Menurut Fitch, peringkat BBB- mencerminkan profil kredit Pelindo III, yang posisinya diuntungkan oleh jumlah kompetitor yang sedikit. Perusahaan juga mempunyai kepemilikan langsung terhadap sebagian besar aset, pertumbuhan prospek yang bagus, serta profitabilitas dan kas operasional yang stabil. Meski potensi pertumbuhan Pelindo III terbilang baik, Fitch belum akan menaikkan predikatnya dari BBB- karena belanja modal perusahaan akan lebih besar di masa mendatang. Proyek pengembangan pelabuhan akan menghabiskan porsi belanja terbesar untuk jangka pendek. Rating BBB- bisa diubah Fitch jika nantinya perusahaan milik pemerintah itu sudah merilis prospektus resmi.
Pelindo III berencana menerbitkan obligasi global senilai Rp5 triliun. Dana hasil obligasi ini nantinya akan digunakan untuk mengembangkan pelabuhan petikemas Teluk Lamong tahap II, yang ditargetkan rampung pada 2030.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar