Para analis mengatakan bahwa ini di sebabkan pelemahan akhir-akhir ini berkonsolidasi setelah kenaikan yang kuat dalam lima pekan terakhir.
Fluktuasi di saham Apple Inc., berkontribusi terhadap sesi yang choppy di Wall Street, karena sekelompok perusahaan teknologi besar telah membebani indeks saham di S&P 500 dan Nasdaq.
Apple Inc., meluncurkan iPhone 6, ApplePay dan Apple Watch dan saham mereka sempat naik sebesar 3.5%, namun setelah itu ambruk setelah berakhirnya peluncuran dan di tutup rendah.
Indeks S&P 500 di tutup melemah 13.1 poin, atau 0.7%, di 1,988.44. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 97.55 poin, atau 0.6%, menjadi 17,013.84. Indeks Nasdaq Composite turun 40 poin, atau 0.9%, menjadi 4,552.29."Indeks S&P terus berkonsolidasi di kisaran level teknikal resisten di 2,000 dan itu dapat bertahan untuk sementara waktu," kata Randy Frederic, direktur perdagangan berjangka di Schwab Center for Financial Research.
"Kita pada satu titk juga akan dapatkan dimana saham cukup murah, dan juga tidak mahal, namun terlalu murah juga tidak baik. Dengan tidak adannya berita earnings dan data ekonomi besar, tidaklah biasa untuk melihat pergerakan sideways, tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar