Cabinet Office melaporkan produk domestik bruto merosot 7,1% di kuartal kedua, belanja modal turun 5,1% dan surplus current account yang disesuaikan menyempit menjadi 99,3 milair yen di bulan Juli dari 125,6 miliar yen bulan sebelumnya.
Selain itu perbedaan kebijakan antara Federal Reserve dengan Bank of Japan membuat yen terus tertekan terhadap dollar, meski data non-farm payrolls AS yang dirilis pada hari Jumat mengecewakan. Gunernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, sebelumnya mengatakan merupakan hal yang wajar jika dollar menguat terhadap yen melihat pertumbuhan ekonomi AS yang kuat. Kuroda juga menambahkan pelemahan lanjutan yen tidak akan berdampak negatif bagi ekonomi negeri matahari terbit tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar