MasterCard yakin bisnis datanya dapat membantu pertumbuhan perusahaan di masa depan. Perusahaan kartu debit dan kredit terbesar No.2 di dunia tersebut memperkirakan booming-nya bisnis data dimana perusahaan menjual data belanja konsumen kepada retailer, bank, dan pemerintah.
Mastercard menangani pembayaran transaksi 2 miliar pemegang kartu dan puluhan juta merchants. MasterCard tidak memberikan rincian atas produk data namun kategori pendapatan lain, yang termasuk penjualan data, tumbuh 22% menjadi $341 juta untuk kuartal pertama 2014. MasterCard menegaskan perusahaan hanya menjual data belanja konsumen dan bukannya informasi pribadi konsumen. Data yang dijual bersifat anonim sebagai bentuk komitmen MasterCard untuk menghargai privasi konsumen.
"Retailer sangat puas dengan data yang diperoleh karena dapat membantu retailer mengetahui apa yang dibeli konsumen, turn-over inventori, dan juga apa yang terjadi di luar toko. Kami dapat membantu retailer menajamkan strategi untuk meningkatkan penjualan," ujar Ann Cairns, petinggi MasterCard.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar