Minyak mentah WTI diperdagangkan sedikit melemah di sesi Asia hari ini, setelah Irak dilaporkan memperketat penjagaan di infrastruktur dan ladang minyak untuk melindungi dari serangan pemberontak. Minyak sebelumnya berhasil rally akibat gejolak yang terjadi di Irak dapat mengganggu persediaan minyak. Irak merupakan produsen minyak terbesar kedua di kartel minyak OPEC.
Namun kemungkinan meningkatnya gejolak, dan kemungkinan serangan udara yang akan dilancarkan AS membuat investor berhati-hati. Washington sebelumnya mengatakan jika diperlukan akan melancarkan serangan udara untuk membantu pemerintah Irak melumpuhkan pemberontakan Sunni. AS juga mengkanji kemungkinan kerja sama dengan Iran untuk meredam meluasnnya pemberontakan hingga mendekati kota Baghdad.
Minyak saat ini diperdagangkan pada kisaran $106,52 per barel, menjauhi level tertinggi harian $106.81.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar