{OIL} DAILY - 16062014
Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, maka selama
Januari–April 2014 nilai impor bahan baku/penolong dan barang modal
mengalami penurunan masing-masing US$2.337,0 juta (4,89 persen) dan
US$473,5 juta (4,57 persen). Sementara itu impor barang konsumsi
meningkat sebesar US$183,4 juta (4,69 persen).
Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa dari total impor Indonesia April 2014 sebesar US$16.256,3 juta, impor bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar, yaitu 76,57 persen dengan nilai US$12.446,9 juta, diikuti oleh impor barang modal sebesar 16,48 persen (US$2.678,6 juta), dan impor barang konsumsi sebesar 6,95 persen (US$1.130,8 juta).
BPS juga melaporkan bahwa dibanding Maret 2014, volume impor Indonesia April 2014 meningkat 13,64 persen (1.560,4 ribu ton). Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan volume nonmigas sebesar 25,24 persen (1.818,4 ribu ton) meskipun volume impor migas turun 6,09 persen (258,0 ribu ton). Penurunan volume impor migas terutama disebabkan oleh turunnya volume impor minyak mentah sebesar 23,39 persen atau 392,3 ribu ton). Sementara itu volume impor minyak mentah dan gas naik masing-masing 1,92 persen (44,7 ribu ton) dan 39,45 persen (89,6 ribu ton).
Sementara itu volume impor Januari–April 2014 meningkat sebesar 1,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh naiknya volume impor nonmigas sebesar 3,37 persen (1.013,9 ribu ton), meskipun volume impor migas turun 2,51 persen (401,0 ribu ton).
Rata-rata harga agregat barang impor Indonesia secara total April 2014 mengalami penurunan 1,50 persen terhadap Maret 2014. Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya harga impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 1,55 persen dan 4,73 persen. Demikian halnya jika dibandingkan dengan April 2013, maka rata-rata harga agregat barang impor Indonesia turun 7,25 persen.
Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa dari total impor Indonesia April 2014 sebesar US$16.256,3 juta, impor bahan baku/penolong memberikan peranan terbesar, yaitu 76,57 persen dengan nilai US$12.446,9 juta, diikuti oleh impor barang modal sebesar 16,48 persen (US$2.678,6 juta), dan impor barang konsumsi sebesar 6,95 persen (US$1.130,8 juta).
BPS juga melaporkan bahwa dibanding Maret 2014, volume impor Indonesia April 2014 meningkat 13,64 persen (1.560,4 ribu ton). Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan volume nonmigas sebesar 25,24 persen (1.818,4 ribu ton) meskipun volume impor migas turun 6,09 persen (258,0 ribu ton). Penurunan volume impor migas terutama disebabkan oleh turunnya volume impor minyak mentah sebesar 23,39 persen atau 392,3 ribu ton). Sementara itu volume impor minyak mentah dan gas naik masing-masing 1,92 persen (44,7 ribu ton) dan 39,45 persen (89,6 ribu ton).
Sementara itu volume impor Januari–April 2014 meningkat sebesar 1,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh naiknya volume impor nonmigas sebesar 3,37 persen (1.013,9 ribu ton), meskipun volume impor migas turun 2,51 persen (401,0 ribu ton).
Rata-rata harga agregat barang impor Indonesia secara total April 2014 mengalami penurunan 1,50 persen terhadap Maret 2014. Penurunan tersebut disebabkan oleh turunnya harga impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 1,55 persen dan 4,73 persen. Demikian halnya jika dibandingkan dengan April 2013, maka rata-rata harga agregat barang impor Indonesia turun 7,25 persen.
Sangat di anjurkan untuk mencoba simulasi nya dulu sebelum melanjutkan ke dalam transaksi yang sesungguhnya.
Daftar Simulasi untuk mendapat Login dan Password di sini ... REGISTER DEMO

Tidak ada komentar:
Posting Komentar